BANGKITNYA SEMANGAT SAPTA BUDAYA DENGAN DANA DARI KEMENTERIAN DESA

Pemdes Siraman 04 Oktober 2017 22:01:12 WIB

(Sida Samekta-4/10/2017) Desa Siraman memiliki banyak potensi Budaya Kesenian, makanan tradisional, jamu tradisional, dolanan anak, situs budaya, upacara ritual yang masih dilestarikan. Begitupun Kesenian yang dimiliki Desa Siraman sangat beraneka ragam. Kelompok Karawitan Sapta Budaya yang ada di Dusun Seneng adalah salah satu kesenian yang dimiliki Desa Siraman yang sudah ada sejak puluhan tahun dan pernah berprestasi menjuarai lomba. Namun kegiatan kesenian karawitan Sapta Budaya dan sempat vakum karena generasi penerus yang kurang peduli lagi dengan kesenian karawitan sehingga mulai jarang berlatih/spel apalagi mengikuti kompetisi sehingga gamelan tidak terawat dan mulai lapuk dan keropos. Namun seiring berjalannya waktu, Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta menghimbau agar menghidupkan kembali Budaya Asli Daerah karena kebudayaan adalah kekayaan warisan leluhur yang tidak ternilai harganya. 

Sukiyadi adalah tokoh masyarakat Dusun Seneng yang peduli dengan pelestarian budaya di Desa Siraman. Melihat kelompok karawitan Sapta Budaya yang lama vakum Sukiyadi ingin sekali membangkitkan kembali gairah berkesenian di Dusun Seneng. Gayung bersambut ketika ada program hibah untuk kelompok kesenian dari Kemeterian Desa Tertinggal. Dengan mengajukan proposal ke Kementerian Desa Tertinggal, Kelompok Karawitan Sapta Budaya mendapatkan dana hibah sebesar Rp. 50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah) yang digunakan untuk membeli Gamelan. Dengan adanya gamelan yang baru menumbuhkan keinginan pelaku seni yang sudah senior untuk mengulang kembali berkesenian karawitan bahkan generasi muda juga sangat tertarik untuk mengenal bahkan memainkan gamelan dengan profesional.

Saat ini karawitan Sapta Budaya aktif melakukan kegiatan spel/latihan bahkan dibagi menjadi 3(tiga) kelompok yaitu kelompok Laki-laki, kelompok perempuan dan kelompok remaja putra dan putri dengan jadwal latihan yang telah diatur dan disepakati. Kelompok Perempuan berlatih tiap hari Minggu, Kelompok Laki-laki berlatih tiap malam Sabtu dan malam Selasa, Kelompok Remaja berlatih tiap malam Kamis. "Dengan adanya bantuan dari Kementerian Desa dan juga dengan dukungan Perangkat Desa, kesenian Sapta Budaya bangkit kembali. Semoga Kelompok Kesenian Sapta Budaya bisa memberikan sumbangsih kepada Desa Siraman dan juga menjadi salah satu kekayaan Negara Kesatuan Republik Indonesia." kata Widodo yang merupakan Ketua Kelompok Sapta Budaya.

 

trims.

Komentar atas BANGKITNYA SEMANGAT SAPTA BUDAYA DENGAN DANA DARI KEMENTERIAN DESA

Mazmoegogiek 20 Desember 2017 13:14:58 WIB
Gamelan adalah "Pusoko Aji" kagem wong jowo,khususnya warga Ngayogyokarto Hadiningrat,Warga Siraman adalah salah satu contoh yang masih memegang teguh falsafah tersebut,terbukti dengan swadaya masyarakat dan bantuan dari pemerintah, kemendesa PDTT, dapat mewujudkan impiannya untuk memiliki seperangkat gamelan,walaupun dengan kwalitas sederhana
mazgogiek 15 Desember 2017 15:20:06 WIB
kabudayan jawi,kabudayan adiluhung,gamelan adalah "pusaka aji" kagem wong jowo,khususnya tlatah ngayogyokarto,monggo kito uri uri,dipun jagi lan dilestarekaken.

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Kode Keamanan
Komentar
 

Pencarian

Komentar Terkini

Media Sosial

FacebookTwitterGoogle PlussYoutubeInstagram

Statistik Kunjungan

Hari ini
Kemarin
Pengunjung